JAKARTA — Momentum bersejarah kembali diperingati oleh segenap bangsa Indonesia, khususnya jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Tepat pada tanggal 10 September 2026, TNI Angkatan Laut merayakan hari jadinya yang ke-81 tahun. Perjalanan panjang selama lebih dari delapan dekade ini menandai rekam jejak pengabdian yang tak tergoyahkan dalam menjaga kedaulatan maritim, melindungi wilayah perairan Nusantara, serta mengawal batas-batas negara dari berbagai ancaman dan tantangan geopolitik global.
Dalam rangka memperingati hari bersejarah tersebut, Keluarga Besar Depot Pusat Perbekalan Barat (DOPUSBEKBAR) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat secara resmi melalui Kepala DOPUSBEKBAR, Kolonel Laut (S) Hery Muhammad Nur Isa Z., S.T., M.M. Peringatan HUT TNI AL ke-81 yang mengusung semangat “Jalesveva Jayamahe – Di Laut Kita Jaya” ini menjadi simbol keteguhan, modernisasi kekuatan laut, serta sinergi seluruh satuan pendukung logistik dan operasional di lingkungan TNI AL.
Makna Historis 10 September 1945 – 10 September 2026
Sejarah pembentukan TNI Angkatan Laut tidak dapat dipisahkan dari pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. Hanya beberapa pekan setelah Proklamasi Kemerdekaan disuarakan pada 17 Agustus 1945, para pemuda bahari dan pejuang maritim Indonesia membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada tanggal 10 September 1945. Pembentukan BKR Laut inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya TNI Angkatan Laut.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya dinamika zaman, TNI AL terus bertransformasi menjadi kekuatan militer maritim yang disegani di kawasan regional maupun internasional. Memasuki usianya yang ke-81 tahun pada 10 September 2026, TNI AL tidak hanya fokus pada modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia, penguatan doktrin operasi laut gabungan, serta pemantapan fungsi dukungan logistik maritim yang andal.
Semboyan “Jalesveva Jayamahe” yang bermakna “Jikapun di Laut Kita Tetap Jaya” bukan sekadar doktrin atau jargon semata, melainkan nafas perjuangan setiap prajurit matra laut dalam menjalankan tugas di kapal perang (KRI), pangkalan udara angkatan laut, pasukan marinir, hingga satuan-satuan dukungan Perbekalan dan Logistik.
Peran Vital DOPUSBEKBAR dalam Mendukung Kesiapsiagaan Operasional
Keberhasilan operasi laut tidak lepas dari sistem dukungan logistik dan perbekalan yang kuat, terintegrasi, dan responsif. Dalam struktur TNI AL, Depot Pusat Perbekalan Barat (DOPUSBEKBAR) memegang peranan kunci dalam memastikan seluruh kebutuhan bekal operasional, suku cadang, amunisi, perbekalan umum, hingga material teknis dapat tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Kepala DOPUSBEKBAR, Kolonel Laut (S) Hery Muhammad Nur Isa Z., S.T., M.M., menegaskan bahwa momentum peringatan HUT TNI AL ke-81 ini menjadi ajang evaluasi sekaligus refleksi untuk terus meningkatkan kinerja dan kesiapan logistik.
“Pengabdian TNI AL selama 81 tahun adalah bukti nyata komitmen menjaga kedaulatan NKRI. Sebagai unsur pendukung logistik, DOPUSBEKBAR berkomitmen penuh untuk terus memperkuat tata kelola perbekalan yang efisien, modern, dan siap mendukung setiap misi operasi laut di wilayah barat Indonesia maupun di seluruh perairan Nusantara,” ungkap Kolonel Laut (S) Hery Muhammad Nur Isa Z.
Keberadaan DOPUSBEKBAR memastikan bahwa setiap kapal perang yang berlayar, unsur udara yang mengangkasa, serta prajurit yang bertugas di daerah perbatasan senantiasa mendapatkan dukungan logistik yang optimal. Kesiapsiagaan operasional armada laut Indonesia sangat bergantung pada rantai pasok dan kesiapan perbekalan yang dikelola secara profesional oleh satuan-satuan seperti DOPUSBEKBAR.
Modernisasi Alutsista dan Tantangan Keamanan Maritim Masa Depan
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (archipelagic state), Indonesia memiliki perairan seluas lebih dari 6 juta kilometer persegi dengan garis pantai yang sangat panjang serta alur laut kepulauan yang strategis. Kondisi geografis ini menempatkan Indonesia pada posisi geopolitik yang sangat penting sekaligus rentan terhadap berbagai potensi ancaman maritim.
Ancaman tersebut meliputi pelanggaran wilayah batas laut, pencurian sumber daya alam (illegal fishing), penyelundupan barang terlarang, kejahatan lintas negara, hingga dinamika konflik geopolitik di kawasan Laut China Selatan dan Samudera Hindia. Dalam menghadapi dinamika ini, TNI Angkatan Laut terus melakukan modernisasi alutsista secara bertahap dan berkelanjutan.
Langkah modernisasi ini mencakup:
- Penguatan Armada Kapal Perang (KRI): Pengadaan dan perawatan kapal-kapal perang modern jenis Frigat, Korvet, Kapal Cepat Rudal (KCR), hingga Kapal Rumah Sakit.
- Pengembangan Armada Kapal Selam: Meningkatkan kapabilitas peperangan bawah air sebagai unsur penggentar (deterrence effect) utama pertahanan laut.
- Penguatan Penerbangan TNI AL (Penerbal): Menyiapkan pesawat patroli maritim, helikopter anti-kapal selam, serta pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) untuk pengawasan udara laut secara real-time.
- Penyempurnaan Korps Marinir: Meningkatkan kesiapan prajurit pendarat amfibi dengan persenjataan artileri dan kendaraan tempur amfibi terkini.
- Penguatan Logistik dan Perbekalan: Mengadopsi teknologi informasi terintegrasi dalam manajemen rantai pasok material dan bekal untuk mendukung kecepatan distribusi ke kawasan perbatasan.
Sinergi Bersama Rakyat: TNI AL yang Dicintai dan Manunggal
Peringatan HUT ke-81 TNI AL tahun 2026 ini juga menekankan pentingnya kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. Selain tugas operasi militer untuk perang (OMP), TNI AL juga aktif menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Hal ini diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial, operasi kemanusiaan saat bencana alam, pengobatan gratis di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar melalui Kapal Rumah Sakit KRI, serta pemberdayaan potensi maritim (Binpotmar).
Langkah-langkah tersebut mempertegas bahwa TNI AL hadir tidak hanya sebagai benteng pertahanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat pesisir serta nelayan Indonesia.
Harapan dan Komitmen Menyongsong Masa Depan
Di usia ke-81 tahun ini, harapan besar tertumpu pada pundak seluruh prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut. Diharapkan TNI AL semakin solid, profesional, modern, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Keluarga Besar DOPUSBEKBAR di bawah kepemimpinan Kolonel Laut (S) Hery Muhammad Nur Isa Z., S.T., M.M., menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan kontribusi terbaik, menjaga ketahanan rantai perbekalan, serta mendukung mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Angkatan Laut. Jalesveva Jayamahe — Di Laut Kita Jaya!
